Bersyukurlah jika ada temanmu yang rese dan selalu mengajakmu untuk datang ke taman surgaNya. Bersyukurlah ketika ada temanmu yang senantiasa rutin ngirim pesan kajian buat kamu. Bersykurlah ketika ada temanmu yang cerewet menegurmu ketika engkau melakukan sesuatu yang tidak diridhoi oleh Allah. Boleh jadi itulah kasih sayang Allah untukmu. Allah merindukanmu gaann. Allah pengen lihat kamu menjadi manusia yang lebih baik hingga Dia mengirimkan orang-orang yang rese syar’i untuk mengajakmu kembali ke jalan Allahππππ
Sabtu, 24 Februari 2018
Kamu Boleh Nyasar Cari Alamat, Tetapi Jangan Nyasar Saat Mencari Cinta Allah
Bersyukurlah jika ada temanmu yang rese dan selalu mengajakmu untuk datang ke taman surgaNya. Bersyukurlah ketika ada temanmu yang senantiasa rutin ngirim pesan kajian buat kamu. Bersykurlah ketika ada temanmu yang cerewet menegurmu ketika engkau melakukan sesuatu yang tidak diridhoi oleh Allah. Boleh jadi itulah kasih sayang Allah untukmu. Allah merindukanmu gaann. Allah pengen lihat kamu menjadi manusia yang lebih baik hingga Dia mengirimkan orang-orang yang rese syar’i untuk mengajakmu kembali ke jalan Allahππππ
Selasa, 30 Januari 2018
TOLONG SAMPAIKAN KE DILAN DAN MILEA
Kamis, 18 Januari 2018
BELAJAR DARI SYAIKH KAMIL
Rabu, 10 Januari 2018
RESOLUSI 2018
Minggu, 03 Desember 2017
CAPAIAN KESUKSESAN
“Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.” (QS. Maryam: 15)
Dalam tafsir Ibnu Katsir dikatakan bahwa Sufyan Ibnu Uyaynah mengatakan bahwa hal yang paling mengerikan bagi seseorang adalah dalam tiga keadaan, yaitu saat dia dilahirkan karena dia melihat dirinya keluar dari tempat pertamanya. Saat dia mati, maka dia melihat kaum yang belum pernah disaksikannya. Dan saat dia dibangkitkan hidup kembali, maka dia melihat dirinya berada di padang masyhar yang luas.
Saya membuat tulisan ini sebagai pengingat untuk buat diri saya pribadi tentang makna sebuah kesuksesan. Ketika bertanya ke sebagian orang apa itu kesuksesan? Sebagian menjawab ketika mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka impikan di dunia ini, seperti jabatan, harta kekayaan, dan semua hal yang kebanyakan berorientasi dunia. Pertanyaan selanjutnya, “Pernahkah kita bertanya pada diri kita sudahkah kita menyiapkan diri ini untuk sukses di alam kubur? Sudahkah kita menyiapkan diri untuk meraih kesuksesan di akhirat kelak? Sementara ada kehidupan yang abadi setelah kehidupan di dunia ini.”
Maka di dalam surah Maryam di atas Allah telah mengajari kita tentang pencapaian kesuksesan yang berlangsung di tiga alam, yaitu
1. Saat di dunia, betapa banyak orang-orang terdahulu yang hanya sekedar sukses di dunia. Sebut saja salah satunya Fir’aun. Bagaimana Fir’aun dengan semua kekayaan dan kekuasaannya sampai menyebut dirinya Tuhan. Disini Allah ingin kita belajar untuk tidak meniru apa yang sudah dilakukan oleh Fir’aun. Jika kita meniru, maka balasannya pun sudah jelas. Silahkan pelajari lagi Al Qur’an yang mengisahkan kisah Nabi Musa as dan Nabi Harun as ketika menghadapi Fir’aun. Lalu apakah kita tak boleh sukses di dunia? Sangat boleh. Salah satu contoh yang bisa kita teladani adalah Nabi Sulaiman as yang dengan kekayaannya namun tetap zuhud kepada dunia.
2. Sukses di alam kubur. Kesuksesan di dunia mengantarkan mereka pada kesuksesan selanjutnya, yaitu di alam kubur.
Dalam QS Ali Imran: 171 dikatakan bahwa “Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah. Dan sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.”
Disini saya teringat dengan kisah seorang sahabat yang bertanya kepada Utsman bin Affan, “Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat pekuburan?”
Beliau menjawab, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda ‘Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari siksaannya, maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun, jika ia tidak selamat dari siksaannya, maka siksaan selanjutnya akan lebih kejam’” (HR. Tirmidzi)
Semoga kelak Allah menganugerahi kita tempat peristirahatan, tempat penantian dari taman-taman surgaNya. Aamiin Ya Rabbal ‘alamin
3. Sukses saat dibangkitkan di akhirat dimana kita akan mendapatkan kebahagiaan lebih dari apa yang sudah kita dapatkan di alam kubur.
Disini saya mengutip QS Al Qiyamah: 22-23 yang artinya, “Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri, MEMANDANG TUHANNYA.”
Kenikamatan apa lagi yang kita harapakan jika Allah memilih kita untuk memandang wajahNya?
Hadits yanng bersumber dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah yang keduanya ada di dalam kitab Sahih disebutkan bahwa sejumlah orang bertanya, “Wahai Rasulullah apakah kita dapat melihat Tuhan kita di hari kiamat nanti?” Rasulullah saw balik bertanya, “Apakah kamu berdesak-desakan saat melihat matahari dan bulan di hari yang tak berawan?” Mereka menjawab, “Tidak.” Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian seperti itu.”
Di dalam kitab sahihain disebutkan melalui Abu Musa yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ada dua surga yang semua wadahnya dan segala isinya dari emas dan ada pula dua surga yang semua wadahnya dan segala isinya dari perak. Sedangkan tiada penghalang antara kaum (penghuni surga) dan kesempatan mereka untuk melihat Allah swt, melainkan hanya selendang Keagungan-Nya yang menghijab Zat-Nya di dalam surga Adn.”
Di dalam hadits Ifrad Imam Musllim disebutkan melalui Suhaib dari Nabi saw yang bersabda, “Apabila ahli surga telah masuk surga, Nabi saw melanjutkan, Allah swt berfirman, ‘Apakah kamu menginginkan sesuatu tambahan yang Aku akan berikan kepadamu?’ Mereka menjawab, ‘Bukankah Engkau telah menjadikan wajah kami putih bercahaya dan bukankah Engkau telah memasukkan kami di dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka?’ Nabi saw melanjutkan, ‘bahwa lalu Allah membuka tirai hijab-Nya, maka tiada sesuatu nikmat pun yang diberikan kepada mereka selain memandang kepada Zat Tuhan mereka. Inilah yang dimaksud dengan tambahan.’”
Dalil dan hadits-hadits di atas menguatkan bahwa kelak orang-orang mukmin akan mendapatkan kenikmatan untuk memandang wajah Allah. Dan inilah kesuksesan yang sejati. Ketika semua lelah karena Lillah kita terbayar lunas di surga FirdausNya dan Allah memilih kita untuk mendapatkan kenikmatan tambahan untuk memandang wajah Allah.
Semoga Allah senantiasa menuntun langkah kaki kita untuk senantiasa berada dalam ketaatan hingga kelak kita bisa meraih khusnul khatimah dan mencapai kesuksesan di surga FirdausNya...
Semoga Allah senantiasa menjaga keyakinan kita bahwa perjumpaan denganNya adalah sesuatu yang nyata, lebih nyata dari semua yang kita lihat di dunia ini...
Semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita di jalanNya dan tidak lagi mengembalikan kita pada kejahiliyahan setelah diberi hidayah olehNya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wallahu a’lam bi shawab
Referensi
1. Al Qur’an
2. Tafsir Ibnu Katsir
3. Beberapa catatan yang dikumpulkan dari beberapa kajian
Semoga bermanfaat ^_^
Jumat, 25 Agustus 2017
TANTANGAN PENGASUHAN DI ERA DIGITAL #LOMBA BLOG
Rabu, 09 Agustus 2017
PEREMPUAN WAJAR & TIDAK WAJAR VERSI EMAKKU
Nak, jadi perempuan yang wajar-wajar aja. Teman-teman jalanmu dulu bajunya biasa aja. Ngga selonggar pakaian kamu apalagi kalau kamu pake gamis, jadinya kayak emak-emak dan itu ngga wajar.
Nak, jadi perempuan yang wajar-wajar aja. Sesekali modellah jilbabmu seperti teman-temanmu itu dulu. Ngga perlu panjang dan lebar begitu. Ntar kamu jadi ribet banget beraktivitasnya. Model jilbabmu itu membuat kamu koq jadi kelihatan cupu sekali dan itu ngga wajar.
Nak, jadi perempuan yang wajar-wajar aja. Sesekali jalanlah ke mall, bioskop, nongkrong dengan teman-temanmu itu dulu. Koq setiap kali ditanya darimana, jawabmu hanya dua. Kalau bukan rapat, yaa kajian. Kegiatanmu koq itu-itu aja nak dan itu ngga wajar.
Nak, jadi perempuan yang wajar-wajar aja. Teman sekolahmu dulu koq sudah punya pacar, kamu jangan terlalu berlebihan dgn prinsipmu itu dan itu ngga wajar.
Nak, jadi perempuan yang wajar-wajar aja. Ngomong sama laki-laki tuh suaranya jangan tegas begitu, ntar kamu dikiranya ngga ada lembut2nya dan itu ngga wajar.
Nak, jadi perempuan yang wajar-wajar aja. Itu matamu sampai jadi mata panda gitu. Sesekali pikirkan tentang dirimu, berikan waktu untuk dirimu, kenapa selalu masalah teman-temanmu yang terlontar dari lisanmu dan itu ngga wajar.
Emakku yang kucintai karena Allah...
Mak, pakaian yang engkau lihat tak wajar, seperti pakaian orang tua, kuno, dan berbagai anggapan dari orang lain abaikan saja. Karena ini perintah Rabb-ku Mak. Anakmu ingin belajar menjadi hamba yang taat dalam urusan pakaian. Dan sebaik-baik pakaian adalah taqwa. Karena itu Mak, kita harus sama-sama belajar untuk selalu menggunakan pakaian taqwa. Jika itu tak wajar di mata manusia, semoga wajar di hadapan Allah.
Mak, jilbab yang engkau lihat ribet ini adalah cara Allah untuk menjaga anakmu. Jilbab yang engkau lihat seolah menghambat aktivitasku adalah ikhtiarku agar kelak kita bersama-sama berjalan menuju jannahNya. Jika itu tak wajar di mata manusia, semoga wajar di hadapan Allah.
Mak, rapat atau pun kajian semuanya adalah caraku untuk menambah ilmu karena anakmu ini masih haus ilmu Mak dan link menuju ke jannahNya karena anakmu ini hanyalah manusia pendosa. Rapat dan kajian itu agar anakmu senantiasa berada di sekitar orang-orang yang bisa menambah keimanannya kepada Allah. Anakmu juga harus ikut rapat Mak karena banyak yang tidak senang ketika umat ini meRAPATkan barisan. Jika itu tak wajar di mata manusia, semoga wajar dihadapan Allah Mak.
Mak, dulu emak pacaran ngga sama abah? Tidak kan? Terus kenapa bisa menikah? Inilah jodoh Mak. Mau dengan cara apapun, maka jodohnya tetap sama. Maka izinkan anakmu melewatinya dengan cara yang diberkahiNya. Jika itu tak wajar di mata manusia, semoga wajar di hadapan Allah.
Mak, suaraku ini bisa mengantarkanku ke nerakaNya jika anakmu ini tak pandai bersikap. Maka ketegasan itu agar anakmu ini tak menjadi penyebab orang lain berbuat dosa. Jika itu tak wajar di mata manusia, semoga wajar di hadapan Allah.
Mak, setiap waktu yang kulewati adalah untuk Rabb-ku. Ketika anakmu melewati waktu-waktu itu, maka itulah waktu untuk diriku juga Mak. Karena bahagia itu kalau kelelahan itu lillah Mak. Jika itu tak wajar di mata manusia, semoga wajar di hadapan Allah.
Mak, anakmu ini sedang berhadapan dengan waktu. Entah berapa lama lagi sisa waktuku Mak. Sementara dosaku setiap hari bertambah, amalanku tak juga bertambah. Sementara aku ingin membuatmu bangga di hadapan Allah, bukan di mata manusia.
Mak, semoga engkau Ridho jika anakmu mendapat gelar perempuan tak wajar. Maafkan anakmu karena membuatmu harus menghadapi cerita tentang perempuan tak wajar. Tapi Mak, bukankah hidup itu untuk mencari ridho Allah, bukan ridho manusia? Semoga kita bisa melangkah bersama menggapai itu semua Mak. Biarkan jika itu tak wajar di mata manusia, semoga wajar di hadapan Allah.
Teruntuk seorang perempuan yang senantiasa ikhlas memberikan izinnya untuk anak perempuannya. Semoga di setiap izin itu tercatat sebagai pahala disisi Allah untuknya....
Makassar, 9 Agustus 2017
Ketika cerita tentang Si Cupu, cacing kepanasan, dan kucing bertemu 😂😂😂
NUTRISI UNTUK PASIEN COVID-19
Pasca postingan tulisan pengalaman saya menghadapi Covid-19 di instagram (@cerita_bonita), banyak teman yang DM dan japri bertanya ...
-
Setiap kali kita selesai membeli laptop, maka kita akan menginstal beberapa aplikasi yang dibutuhkan. Laptop tersebut akan memberikan bany...
-
Sekarang semua orang disibukkan dengan urusan tahun ajaran baru. Orang tua sibuk mendampingi anaknya mengikuti Masa Pengenalan L...
-
Tulisan kali ini saya ingin mengikat ilmu yang telah diberikan oleh salah satu guru kami, Jamil Azzaini atau biasa dipanggil Kek...





