Kamis, 08 Mei 2014
Kumohon Tetaplah Bersamaku...
Rabu, 07 Mei 2014
Cinta Pertamaku...
Akan kujawab, "My Father"
Ya...
He is my first love...
Lelaki pertama yang kudengarkan suaranya saat dia mengumandangkan kalimat Allah di telingaku...
Lelaki pertama yang menggendongku saat lahir ke dunia ini...
Lelaki pertama yang menitikkan air matanya saat aku hadir di dunia ini...
Bagi anak perempuan, sudah seharusnya ayahnyalah yang menjadi cinta pertamanya. Pun begitu dengan anak laki-laki, Ibunyalah yang seharusnya menjadi cinta pertamanya.
Dan kali ini aku ingin bercerita tentang dia...
Sosok laki-laki yang sangat sederhana dan jauh dari kemewahan. Aku sangat mengenali kejujurannya. Bapak punya prinsip, tidak apa-apa sedikit yang penting berkah. Bapak juga selalu mengajari kami untuk mengembalikan setiap masalah kepada Allah. "Apapun masalah hidup yang engkau hadapi, kembalikan semuanya kepada Allah. Allah lebih tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.Dimana pun kamu berada, apapun masalahmu, selalu ingat Allah." Itulah yang selalu dipesankannya untuk kami anak-anaknya.
Ketegasannya sudah tak dipertanyakan lagi, apalagi untuk urusan yang berhubungan dengan agama. Tak ada ruang toleransi bagi kami anak-anaknya. Ketika adzan berkumandang, maka semua harus ke masjid. Secara kakak-kakakku semuanya cowok. Bapak tak pernah memperlakukanku istimewa meskipun aku satu-satunya anak perempuan di rumah. Bapak tidak suka kalau aku manja. Bahkan Bapak over protective sama aku. Dan aku baru tahu alasan Bapak memperlakukanku seperti itu ketika aku merantau. Saat Bapak tak lagi ada di sampingku untuk menjagaku. Aku harus bisa menjaga diriku baik-baik.
Bapak...
Sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Beliau punya prinsip, "Anak-anaknya harus punya sekolah yang lebih tinggi daripada orang tuanya." Aku menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan Bapak membiayai sekolah kakak-kakakku. Ya, masa kecilku banyak kuhabiskan dengan orang tuaku karena semua kakak sudah kuliah ke kota. Dan aku menjadi saksi perjuangan Bapak dalam memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya.
Bapak...
Aku tak pernah melihatnya meninggalkan sholat lima waktu. Sholatnya pun selalu di masjid dekat rumah. Kalau pun Beliau ngga ke masjid, itu artinya Beliau lagi sakit. Bapak suka marah kalau anak-anaknya ngga sholat ke masjid. Apalagi kalau ngga sholat, jangan harap kami akan mendapat teguran darinya hari itu. Ada satu kenangan yang boleh dibilang sejak itulah aku mulai rajin sholat. Saat itu aku masih kelas 3 SD. Aku selalu tidur dekat Bapak karena Beliau suka mendongengkanku sebelum tidur dengan kisah-kisah Nabi dan Rasul. Saat tengah malam tiba, seperti biasa Beliau bangun untuk melaksanakan sholat tahajjud. Seusai sholat Beliau lalu berdoa dan di saat berdoa itulah aku mendengar doa-doanya. Bapak menyebut namaku dalam doanya. Aku tetap saja berpura-pura tidur sambil terus mendengarkan doa-doanya.
Ahhhh Bapak...
Saat itu aku hanya berkata pada diriku, "Aku jarang mendoakan Bapak. Kalau pun mendoakan, doanya pasti asal-asalan seperti anak-anak yang lain." Boleh dibilang kejadian itu menjadi bukti bagi diriku kalau Bapak sangat menyayangiku.
Ya...
Bapak bukan tipe orang yang romantis yang selalu mengatakan sayang kepada anak-anaknya. Bapak lebih banyak diam. Dan dalam diamnya itulah dia mengungkapkan rasa sayangnya. Semua itu baru kumengerti setelah aku beranjak dewasa.
Bapak selalu berusaha untuk menepati janjinya. Janji yang selalu kuingat adalah ketika Beliau berjanji akan menemaniku dua tahun di Makassar. Setelah dua tahun, Beliau berjanji akan kembali ke kampung halamanku menikmati masa tuanya. Janji itu benar-benar dipenuhinya. Dua tahun Beliau menemaniku di Makassar saat kuliah dan kembali ke Sinjai untuk selamanya. Beliau benar-benar pulang ke kampung halamanku untuk beristirahat selamanya.
Dan sekarang tepat enam tahun kepergiannya...
Bapakku yang selalu dan akan selalu kucintai karena Allah...
Terima kasih untuk semua pelajaran hidup yang telah engkau berikan untukku...
Terima kasih untuk semua kasih sayang yang telah engkau berikan untukku...
Terima kasih telah memberikanku kenangan masa kecil yang indah...
Terima kasih untuk semuanya...
Aku masih ingat dengan keinginanmu melihatku saat diwisuda...
Mungkin semua itu tak bisa terwujud di dunia...
Semoga kelak aku bisa membuatmu bahagia dan bangga di hadapan Allah...
Ya Allah...
Ampunilah dosa-dosa kedua orang tuaku...
Berikanlah Ayahku tempat terbaik disisi-Mu...
Lapangkanlah tempatnya...
Terangilah tempatnya...
Dan kumpulkanlah kami di Surga-Mu kelak...
Ya Allah...
Jika ada kebaikan yang kulakukan dan bernilai pahala...
Kumohon alirkan pahalanya untuk kedua orang tuaku...
Yang telah membesarkanku, mengajariku, mendidikku untuk selalu menjadikan Engkau tujuan hidupku...
Ya Allah...
Kumohon jagalah keduanya dengan sebaik-baik penjagaan-Mu...
Aaminn Ya Rabbal 'alamin...
Makassar, 6 Mei 2008 - Makassar, 6 Mei 2014
Enam Tahun Merindukanmu...
Senin, 05 Mei 2014
Rindu Sejenak...
Aku memandangi wajah polos dihadapanku...
Bocah imut ini tertidur di pangkuanku saat aku sibuk dengan tumpukan buku...
Kuhentikan sejenak aktivitasku dan kupandangi wajahnya...
Aku suka memandangi wajah anak kecil yang sedang terlelap tidur...
Aku suka memandanginya lama...
Sambil berbicara dengan diriku sendiri...
Terkadang aku merindukan masa kecilku...
Ada Mama...
Bapak...
Dan tentunya kakak-kakakku yang usilnya minta ampun...
Masa kecil yang indah...
Kulewati hanya dengan bermain...
Kulewati kebersamaanku dengan Mama dan Bapak...
Apalagi Bapak yang selalu memanjakanku...
Lagi-lagi kupandangi wajah polos dihadapanku...
Tidurnya terlihat nyenyak...
Tak ada beban...
Ahhhh...
Apakah aku terlalu lemah?
Entahlah...
Tiba-tiba aku hanya ingin mengenang masa kecilku...
Masa kecil yang kulewati di sebuah rumah penuh kenangan...
Bermain sepuasnya...
Menceritakan semua yang kurasakan kepada Mama dan Bapak...
Menceritakan apa yang ingin kulakukan dengan teman-temanku...
Menceritakan pengalamanku dengan teman-temanku di sekolah...
Kupandangi kembali wajah mungil dihadapanku...
Aku bukan lagi seperti anak yang ada di pangkuanku sekarang...
Sekarang...
Segala sesuatu harus kuputuskan sendiri...
Tak boleh lagi merengek...
Tak boleh lagi membagi beban ini pada malaikatku...
Semua harus bisa kuselesaikan sendiri...
Karena akulah yang bertanggung jawab atas kehidupanku sendiri...
Ya Allah...
Cukup bagiku Engkau...
Cukup bagiku Engkau...
Cukup bagiku Engkau...
Aku pernah melewati ujian yang jauh lebih berat...
Dan Engkau-lah satu-satunya alasanku bertahan hingga sekarang...
Bimbing hati ini ketika melangkah...
Aku ingin semua dalam keridhoan-Mu...
Ridho-Mu...
Ridho-Mu...
Ridho-Mu...
Dan ketika bocah kecil itu terbangun...
Dia pun menangis dan meminta agar digendong...
Ahhhh...
Anakku...
Kamu harus kuat...
Kelak kehidupan yang akan engkau jalani akan jauh lebih berat...
Dan kuharap Allah selalu menjaga dan membimbing setiap langkahmu...
#Teruntuk keponakanku, Azizah Amira Mahmud dan Aliya Azzahra Mahmud...
Entah mengapa...
Setiap kali memandangi kalian, aku selalu teringat dengan Bapak...
Mungkin karena kalian yang paling sering bertanya, "Kakek Mahmud itu seperti apa Tante Boni?"
Dan izinkan aku mengenang Bapak dengan memandangi wajah-wajah kalian...
Sejenak mengobati rindu...
Rindu pada My First Love... ^_^
Makassar, 6 Mei 2008 - 6 Mei 2014
Tepat enam tahun kepergianmu...
Sabtu, 05 April 2014
Aku Bukan Malaikat...
Ketika semua orang menuntutku menjadi yang sempurna...
Ketika semua orang berharap tak ada cacat dalam diriku...
Ketika semua orang menginginkan aku selalu menjadi kertas putih tak bernoda...
Dan akhirnya...
Ketika semua keinginan dan tuntutan kalian tak terpenuhi...
Beribu hujat engkau berikan padaku...
Beribu cacian engkau lemparkan padaku...
Yang jelek engkau ungkit-ungkit...
Yang benar engkau tutupi...
Setiap celah engkau jadikan bahan untuk menghukumku...
Tanpa pernah engkau mau bertanya dan mencari tahu dari sisi yang berbeda...
Seolah tak ada lagi kebaikan dalam diriku...
Sayangnya...
Aku bukan malaikat...
Aku hanya manusia biasa...
Yang tak luput dari khilaf dan dosa...
Aku hanya sekumpulan orang-orang yang selalu berusaha menjadi lebih baik...
Aku hanya sekumpulan orang-orang yang belajar menjadi hamba terbaik dihadapan-Nya...
Aku hanya sekumpulan orang-orang yang belajar untuk mencintai-Nya...
Aku hanya sekumpulan orang-orang yang berjuang menegakkan agama Allah di bumi cinta-Nya...
Ya...
Aku bukan malaikat...
Aku hanya manusia biasa...
Jika hal itu masih saja membuatmu marah dan kecewa...
Maka maafkanlah aku...
Maafkan aku yang tak bisa memenuhi semua harapanmu...
Tetapi...
Tahukah engkau kawan...
Aku selalu yakin akan satu hal...
Aku yakin kalau harapan itu masih ada...
Dan aku ingin mewujudkan harapan-harapan itu bersamamu...
Kita berjalan bersama, beriringan...
Saling menguatkan di jalan cinta para pejuang...
Karena musuh nyata itu sudah di depan mata...
Dan aku ingin bersamamu menghadapi mereka...
Bukankah bersama itu lebih baik?
Bersama dalam Cinta, kerja, dan harmoni...
#Terima kasih untuk sahabat-sahabatku yang sangat peduli dengan kami...
Cara sahabat semua mengungkit-ungkit setiap kesalahan kami, membuat kami belajar dan berusaha untuk menjadi hamba yang lebih baik.
Sekali lagi, kami bukan jama'ah malaikat. Kami hanya sekumpulan manusia yang belajar dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk negeri ini.
Karena Indonesia itu Punya Kita Semua...
Maka izinkan kami memberikan yang terbaik lewat kerja-kerja hati dengan Penuh Kasih Sayang... ^_^
Kamis, 03 April 2014
Ini ceritaku...#SM_III
![]() |
| Teman2 UNJ dan Panitia SM III |
![]() |
| @ Pantai Losari |
Hari kedua acara SM III dilanjutkan dengan agenda Field Trip ke beberapa tempat wisata di Makassar. Tempat pertama yang dikunjungi adalah pantai losari.Semangat teman-teman untuk mengabadikan setiap moment di tempat ini luar biasa. Teriknya matahari tak mengurangi semangat teman-teman untuk menyusuri jalan sepanjang pantai losari dan berfoto bersama dengan teman-teman PPBU Nasional. Selanjutnya kami mengunjungi pusat oleh-oleh di Makassar, tepatnya di daerah somba opu. Aku asyik memperhatikan teman-teman dari daerah lain yang sibuk membeli oleh-oleh. Ada kesenangan tersendiri saat aku menjelaskan kepada mereka ciri khas kota Makassar, khususnya oleh-oleh apa yang bagus buat mereka bawa. Kebanyakan dari mereka memilih untuk membeli cemilan khas Makassar.
| Bersama teman-teman LO untuk UNJ... ^_^ |
| Air Terjun Bantimurung dan Tangga Menuju Gua Mimpi |
Saat berada di Bantimurung, niat awalnya sih pengen mandi di bawah air terjun. Tapi pas lihat airnya deras banget, semua rencana awalku gagal total. Kata orang-orang sih, waktu itu lagi banjir makanya banyak yang gak berani ke bawah air terjunnya. Terakhir kesana kayaknya waktu zaman S1 deh, tapi udah lupa. Sudah banyak yang berubah dari tempat wisata ini.
Finally, kami pun memutuskan mengunjungi Gua Mimpi. Jalannya lumayan jauh juga. Yaaaa, bisa turunin beberapa kilolah sekalian buat olah raga bagi yang jarang olah raga, hehehehe... Setelah berjalan mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah di sisi kananku (mirip soundtrack film kartun ya, hahahaha) akhirnya kami sampai di gua mimpi. Suasananya bener-bener gelap (Ya iyalah, namanya juga gua... ^_^). Kami berjalan beriringan dan berpegangan tangan. Sebenarnya aku gak takut-takut amat sih, cuma kurang berani, hehehehe. Berbekal senter kami pun melanjutkan perjalanan di Gua Mimpi. Meskipun dalam kegelapan, ternyata narsisnya teman-teman gak hilang. Setiap sudut tetep harus diabadikan. Yaaa, kapan lagi kita bisa ngumpul seperti ini...^_^
![]() |
| @ Gua Mimpi |
Perjalanan SM III hari itu berakhir di Bantimurung. Ini pengalaman aku yang kedua mengikuti kegiatan SM III dan semua punya cerita yang menarik. Ada satu hal yang sangat berbeda yang kami rasakan, khususnya kami yang dari Makassar. Saat SM II kemarin ada kebahagiaan tersendiri saat bertemu saudara sekampung di perantauan. Rasanya seperti bertemu saudara sendiri, apalagi buat kami yang punya jatah pulang hanya sekali atau dua kali dalam setahun. Kerinduan pada orang-orang terkasih di kampung halaman serasa terobati saat bertemu mereka di perantauan. Sementara di SM III ini, kami yang dari Makassar berusaha untuk menjadi tuan rumah yang baik. Memberikan pelayanan terbaik kepada saudara-saudara kami dari luar Makassar. Itulah sebabnya di SM III ini aku dan beberapa teman lebih banyak menikmati peran sebagai tuan rumah.
| Tiga dari sekian banyak sahabat baru di SM III... ^_^ |
Di akhir tulisan ini, aku pengen bilang terima kasih yang sebesar-besarnya buat teman-teman yang sudah bersedia hadir dalam acara SM III ini. Kalian adalah guru-guru yang dikirimkan oleh Allah untukku. Aku banyak belajar dari teman-teman semua. Mohon maaf ya, jika kami belum bisa menjadi tuan rumah yang baik buat teman-teman semua. Dan tentunya terima kasih tak terhingga juga buat teman-teman panitia. Setiap kali mendengar cerita teman-teman panitia, aku tak bisa berkata apa-apa. Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan teman-teman panitia. Tak lupa juga Barakallahu fii buat K' Andi Hasriadi Hasyim (UNJ), K' Arif (UI), dan K' Dainur yang terpilih untuk melanjutkan amanah dari teman-teman kepengurusan PPBU sebelumnya.
Buat teman-teman yang sudah penempatan, selamat berkarya!!! Tetap semangat Pejuang Pendidikan!!! Semoga Allah selalu menjaga dan memberi yang terbaik buat temam-teman...
Buat yang lagi nyusun tesis dan disertasi, semoga dimudahkan ya. Ingat pesan Om Dikti, "kuliah yang bener, lulus tepat waktu, lapor diri, dan siap ditempatkan."
Semoga Makassar memberikan kesan yang indah buat teman-teman semua... ^_^
SM III @ Unhas Makassar
Selasa, 01 April 2014
Untukmu Ayah Ideologisku...
NUTRISI UNTUK PASIEN COVID-19
Pasca postingan tulisan pengalaman saya menghadapi Covid-19 di instagram (@cerita_bonita), banyak teman yang DM dan japri bertanya ...
-
Setiap kali kita selesai membeli laptop, maka kita akan menginstal beberapa aplikasi yang dibutuhkan. Laptop tersebut akan memberikan bany...
-
Sekarang semua orang disibukkan dengan urusan tahun ajaran baru. Orang tua sibuk mendampingi anaknya mengikuti Masa Pengenalan L...
-
Tulisan kali ini saya ingin mengikat ilmu yang telah diberikan oleh salah satu guru kami, Jamil Azzaini atau biasa dipanggil Kek...






